BNI Garut Gelar Pertemuan Bersama Developer Priangan Timur

BNI Garut Gelar Pertemuan Bersama Developer Priangan Timur

Jum'at, 08 November 2019 09:02 Dedi Sofwan Perbankan


 

Koropak.co.id - Guna meningkatkan sinergitas dengan para developer perumahan se-Priangan Timur khususnya Garut, Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Garut menggelar Developer Gathering yang berlokasi di Auditorium Fave Hotel Garut, Jalan Raya Cimanuk Nomor 338 Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (6/11/2019).

Kegiatan yang diikuti 57 pengusaha properti se-Priangan Timur tersebut mengusung tema kegiatan "Keep Synergy And Growing Together" dengan tujuan untuk bisa lebih mengembangkan kembali bisnis perumahan bersubsidi.

Wakil Pimpinan BNI wilayah Bandung Onny Setiawan menjelaskan bahwa BNI ingin tumbuh dan berkembang bersama para developer yang tentunya dengan hubungan yang saling menguntungkan.

"Potensi bisnis perumahan khususnya di Garut cukup terbuka dan luas," ujar Onny saat dikonfirmasi Koropak, Kamis (07/11/2019).

 

 

Koropak.co.id - BNI Garut Gelar Pertemuan Bersama Developer Priangan Timur

 

Baca : Dugaan Penagihan Kredit Bodong BNI Garut Belum Bisa Jelaskan Lebih Lanjut

Dikatakan Onny, mayoritas yang hadir dalam Developer Gathering tersebut yakni developer Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi.

"Tujuan gathering ini agar bisa lebih mengembangkan lagi bisnis perumahan bersubsidi. Salah satu indikasinya yakni masyarakat lebih banyak melirik harga rumah di bawah Rp 300 juta. Bahkan saat ini kuota FLPP di Garut sudah habis. Untuk itu, kami dari BNI Cabang Garut mengusulkan lagi kuota FLPP untuk tahun 2020," katanya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Korwil Priangan Timur, Uly Sulistio mengatakan, sinergitas dengan BNI dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah layak huni.

"Kami ingin membantu program pemerintah. Begitupun sebaliknya, pemerintah juga membantu program asosiasi bersama mitra perbankan, terutama terkait dengan penambahan kuota FLPP," ucapnya.*

 

Baca : BNI Diduga Lakukan Penagihan Atas Kredit Bodong di Garut