NPL BPR Nusamba Singaparna Di Bawah 10 Persen

NPL BPR Nusamba Singaparna Di Bawah 10 Persen

Kamis, 24 Januari 2019 19:20 D. Farhan Kamil Perbankan


 

Koropai.co.id - Salah satu indikator kesehatan usaha sebuah perbankan adalah, meningkatnya jumlah nasabah debitur atau peminjam dan lancar dalam pembayaran kredit pinjamannya kepada bank sebagai pihak kreditur atau pemberi kredit.

Dari sekian banyak jumlah nasabah debitur itu pula, dapat dinilai sejauh mana sebuah perbankan pro program pemerintah tentang pengentasan kemiskinan di Indonesia, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggulirkan program kredit/pinjaman modal lunak dan mudah serta ringan bagi masyarakat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama PT BPR Nusamba Singaparna yang membawahi dua kantor cabang yakni cabang Tasikmalaya dan Kuningan serta enam kantor kas di wilayah Tasikmalaya, Ade Hasan Firdaus menyebutkan, dari sekitar 4.417 jumlah debitur di BPR Nusamba Singaparna yang tercatat hingga Desember 2018 lalu dengan angka kredit mencapai Rp 51,5 milyar, sebanyak 14,66 persen atau Rp 7,5 milyar merupakan kredit konsumtif, 21,33 persen atau Rp 10,8 milyar adalah kredit investasi dan yang paling besar adalah kredit modal kerja UMKM, sebesar 65,02 persen atau Rp 33 milyar.

"Itu salah satu bukti BPR Nusamba Singaparna berkontribusi terhadap upaya mengentaskan kemiskinan dengan cara merangsang perekonomian masyarakat melalui bantuan pinjaman permodalan. Dan dari tahun ke tahun, mengalami peningkatan jumlah nasabah debitur. Apalagi dengan dihadirkannya kredit harmoni plus (KHP) yang baru dilauncing per 6 Januari 2019 lalu," papar Ade, Kamis (24/1/2019)

 

Baca : BPR Nusamba Singaparna Launching KHP

 Koropak.co.id - NPL BPR Nusamba Singaparna Di Bawah 10 Persen (2)

 

 

Baca : Bank BIJ Kantongi Segudang Penghargaan


Tidak sebatas menggulirkan program kredit menarik kata Ade, pihaknya juga bertanggung jawab atas kesehatan usaha yang dijalankan debitur melalui program literasi edukasi yang dilakukan dua kali dalam setahun.

"Kami proaktif merangsang usaha masyarakat yang menjadi nasabah BPR Nusamba Singaparna. Karena kesehatan usaha mereka sangat berpengaruh selain terhadap perekonomian pelaku usaha juga terhadap tahapan pengembalian kredit kepada kami," kata Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, kredit harmoni plus (KHP) ini akan sangat membantu masyarakat, karena selain mudah, proses cepat, biaya murah juga bunga kredit yang kompetitif serta yang menarik adalah berhadiah mobil.

"Plafonnya mulai Rp 10 juta hingga Rp 350 juta," ucapnya.*

 

Baca : Pertumbuhan DPLK Bank bjb Signifikan

 

 

Berita Terkait